Guluk-Guluk – INSTIKA - Rektor, Drs. KH. Ah. Syamli, M.PdI., secara resmi melantik beberapa pejabat baru dan pejabat lama yang dirotasi atau dimutasi di lingkungan Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep, Sabtu (5/2/2022) di Aula Pertemuan.
Rektor mengatakan, pelantikan ini merupakan tradisi di lingkungan Institut Ilmu Keislaman Annuqayah. "Ini menandai bahwa bapak/ibu diberi amanah yang baru, tanggung jawab baru, dan tugas yang baru," ujarnya.
Rektor mengingatkan, tugas baru itu membutuhkan pertanggungjawaban. "Tidak hanya kepada pimpinan atau lembaga tetapi juga kepada Allah SWT.," terangnya.
Kiai Syamli, sapaan akrab rektor INSTIKA, mengharapkan seluruh karyawan, baik yang baru atau pun yang lama, bisa bekerja dengan ikhlas, cepat, cerdas dan tuntas.
Sementara itu, wakil rektor 1, Dr. H. Damanhuri, M.Ag., yang juga memberikan sambutan, mengingatkan bahwa pekerjaan berkaitan dengan identitas. "Pekerjaan itu adalah identitas, pekerjaan itu adalah kita," jelasnya. Karena berkaitan dengan identitas, lanjut Dr. Damanhuri, maka pekerjaan seseorang merupakan sesuatu yang dimilikinya dan keahliannya.
Dr. Damanhuri mengharapkan supaya pekerjaan yang kita pilih bisa memberikan manfaat secara pribadi dan kepada banyak orang.
"Kita harus menjadi yang terbaik," katanya lagi. Untuk itu, sambungnya, kita harus bekerja dengan optimal dan maksimal.
Sementara, wakil rektor 2, KH. Mohammad Hosnan, M.Pd., meminta seluruh pejabat yang menjadi pelayan umat di lingkungan INSTIKA untuk bekerja dengan tidak melupakan senyum. "Mari kita sering tersenyum," terang K. Hosnan.
Wakil rektor 3, K. M. Mushthafa, MA., yang memberikan sambutan terakhir menyampaikan, adanya mesin absensi fingerprint telah membentuk tradisi baru, suasana baru, dan iklim yang baru. Tradisi baru ini diyakininya akan menghasilkan perubahan yang positif. Sebab, menurutnya, tradisi baru ini ditunjang dengan program kerja yang sudah disusun dengan baik, tenaga baru cukup banyak, dan kesejahteraan semakin ditingkatkan. "Ini bisa menjadi komitmen untuk bekerja dengan lebih baik," jelasnya.
Tradisi baru, lanjut wakil rektor 3, menuntut para pejabat untuk bekerja dengan disiplin. Dalam pandangannya, disiplin adalah sebuah upaya menjadikan diri sendiri sebagai murid. Dengan pemahaman demikian, lanjutnya, diharapkan bisa mengatur diri sendiri sehingga bisa menuntaskan segala pekerjaan yang menjadi tugasnya.
Selain disiplin, K. M. Mushthafa, juga meminta para pejabat untuk bekerja sama. Sebab, katanya, ibarat permainan sepak bola, gol tercipta karena adanya kerja sama antar pemain.
"Kalau kita bekerja sama, maka gol akan tercipta," terangnya.
Berikut daftar para pejabat yang dilantik oleh Rektor:
Pejabat Baru:
Rotasi/Mutasi dan Promosi Pejabat Lama:
Penulis: Masykur Arif (LP2D)