INSTIKA dan DKS Jalin Kerja Sama

Guluk-Guluk - INSTIKA - Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep menjalin kerja sama dengan Dewan Kesenian Sumenep (DKS), Rabu (19/10/2022), di Aula Asysyarqawi.

Kerja sama itu secara resmi dilakukan dengan penandatangan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara INSTIKA dan DKS.

Nota kesepahaman itu meliputi kerjasama di bidang pendidikan, kesenian, penelitian, pengabdian masyarakat, dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Kesepahaman bersama tersebut adalah untuk mensinergikan potensi masing-masing pihak guna memperoleh hasil yang maksimal dalam kegiatan kesenian, kebudayaan, pendidikan/pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat, serta peningkatan kualitas SDM.

Rektor INSTIKA, Drs. K. H. Ah. Syamli, M.Pd.I., mengatakan pihaknya merasa beruntung dapat bekerjasama dengan DKS. Pasalnya, pendekatan DKS ke kampus tidak hanya mendekatkan seni Islam pada pusatnya, tetapi juga dapat menjadi jalinan baru antar pihak kampus dan lembaga non-kampus dalam mengusung nilai-nilai seni dan kebaikan untuk masyarakat.

“Semoga kerjasama ini menjadi simpul dan landasan ideal dalam bermasyarakat dan beragama. Terutama melestarikan dan merawat seluruh kesenian dan kebudayaan yang sejak dulu mengakar di tengah-tengah masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Ketua DKS Turmidi mengatakan, DKS bekerjasama dengan INSTIKA juga menjadi salah satu titik terang implementasi kerja-kerja DKS di bidang edukasi. Turmidi juga mengungkapkan alasan menggandeng kampus yang ada di pesantren, karena pihaknya meyakini jika pesantren dengan metode pembelajaran yang diterapkan juga mengusung nilai-nilai toleransi. Sehingga para alumninya tidak terseret pada arus sektarianisme dan radikalisme.

“Di tengah-tengah ketegangan intoleransi dan ajaran yang memframing kekerasan, perlu pendekatan dan dialog. Nah, kegiatan ini adalah cara ucap dan sebentuk pendekatan untuk membangun dialog yang sehat dan sejuk melalui pendekatan akadamik, seni dan budaya, masyarakat santri sekaligus,” ujarnya.

Penulis: Masykur Arif (LP2D)