Guluk-Guluk - INSTIKA - Tercatat 39 mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Program Magister (S-2) Pascasarajana Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep mengikuti Yudisium, Selasa (18/10/2022), di Ruang Pertemuan Pascasarjana.
Hadir dalam kegiatan ini, Direktur Pascasarjana Dr. H. Ach. Maimun, M.Ag., Asisten Direktur Dr. Moh. Asy’ari Muthhar, M.Fil.I., Ketua Prodi PAI Program Magister Dr. Abd. Warits, M.Pd.I., dan Subbag. Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Umum H. Abdus Salam, S.Pd.I.
Kegiatan diawali dengan pengumuman dan gelada kotor pelaksanaan wisuda XXIV 2022 oleh Sinawar M.Pd.I. Kemudian dilanjutkan dengan pemantapan Aswaja oleh Asisten Direktur Pascasarjana Dr. Moh. Asy’ari Muthhar, M.Fil.I. Setelah itu, dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Kelulusan dan Pengumuman IPK Tertinggi oleh Kebag. Akademik, Wusta, S.Pd.I.
Adapun nama-nama peraih tiga IPK tertinggi di Prodi PAI program Magister adalah sebagai berikut: (1) Moh. Ainul Yaqin (IPK: 4.00), (2) Helyati (IPK: 3,96), (3) Zahrotul Aini (IPK: 3,94).
Setelah pembacaan SK Kelulusan dan tiga IPK tertinggi dilanjutkan dengan pesan, kesan, dan amanat direktur pascasarjana. Pada kesempatan ini, pertama, direktur pascasarjana Dr. H. Ach. Maimun, M.Ag., mengajak peserta yudisium untuk bersyukur atas kelulusan yang telah diraihnya. Sebab, menurutnya, hal ini merupakan salah satu anugerah Allah yang istimewa. “Lebih banyak orang yang tidak sempat S2 atau ingin tapi tidak mampu,” jelasnya.
Kedua, Dr. Maimun mengingatkan bahwa belajar yang sebenarnya justru setelah lulus, yaitu belajar mengamalkan ilmu, belajar dari kehidupan nyata, dan belajar berkontribusi nyata dalam kehidupan. “Karena itu tetap belajarlah dengan baik dari semua sumber belajar yang ada. Bergurulah kepada semua yang bisa dijadikan guru, ambillah pelajaran dari semua yang bisa diambil pelajaran,” terang Dr. Maimun.
Ketiga, sekali lagi direktur pascasarjana ini mengajak calon alumni pascasarjana untuk menjadi orang-orang yang berkontribusi dalam segala aspek kehidupan. “Dalam bentuk apapun dan di manapun, dengan profesi apapun, dengan tetap berpegang kepada nilai-nilai Islam ahlussunnah wal jamaah, agar bisa mewujudkan Islam sebagai rahmat lil alamin,” jelas Dr. Maimun.
Penulis: Masykur Arif (LP2D)