Tingkatkan Tata Kelola Kelambagaan, LP2M INSTIKA Benchmarking ke LPPM UIN Sunan Ampel Surabaya

Surabaya - INSTIKA - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) INSTIKA Guluk-Guluk Sumenep melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka Benchmarking  dan Memorandum of Agreement (MoA) ke Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Ampel Surabaya, Senin (6/03/2023) di ruang kantor LPPM UIN Sunan Ampel Surabaya.

Adapun delegasi yang hadir dalam kegiatan ini adalah Kepala LP2M INSTIKA (Paisun, M.Pd) dan Sekretaris LP2M INSTIKA (Mohammad Takdir, M.Hum). Sementara dari pihak LPPM UIN Sunan Ampel Surabaya yang menyambut rombongan LP2M INSTIKA, diantaranya adalah Dr. H. Achmad Zaini, MA sebagai Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Aris Fanani sebagai Sekretaris LPPM, Dr. Agus Afandi, M.Fil.I sebagai Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan, dan Kepala Pusat Studi Gender dan Anak.

Kunjungan dari LP2M INSTIKA ini disambut dengan baik oleh Kepala LPPM UIN Sunan Ampel. “Saya sangat menyambut baik kedatangan pengelola LP2M INSTIKA Sumenep dan kami sangat senang bisa sharing serta berbagi pengalaman tentang program-program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” paparnya dengan sangat sumringah.

Kepala LP2M INSTIKA menyampaikan bahwa tujuan dan manfaat kegiatan benchmarking ke LP2M UIN Sunan Ampel Surabaya adalah untuk belajar tentang tata cara pengelolaan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat, baik yang bersumber dari dana internal maupun eksternal. Selain itu, manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini adalah bagaimana pengelola LP2M INSTIKA dapat menjalankan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat secara profesional, terbuka, dan akuntabel dalam meningkatkan mutu penelitian dan pengabdian di kalangan dosen.

“Kami sangat senang untuk belajar bagaimana mengelola kegiatan penelitian agar setiap tahun dapat terlaksana sesuai harapan semua civitas akademika di INSTIKA. Meksipun dari aspek dana, LP2M INSTIKA sangat terbatas dan tidak sebanding dengan dana penelitian dan pengabdian dari LPPM UIN Sunan Ampel, tetapi kami sangat termotivasi untuk bisa konsisten melaksanakan hibah penelitian dan pengabdian, walaupun dengan dana yang tidak besar. Kami juga ingin bekerjasama dalam bidang KKN Kolaborasi dengan beberapa perguruan tinggi. Semoga ini ada kesempatan untuk melaksanakan KKN kolaborasi,” ujarnya dengan penuh semangat.

Kunjungan benchmarking ini setidaknya menghasilkan beberapa kesepakatan dan kerjasama. Pertama, LPPM UIN Sunan AmpeL Surabaya siap membantu dalam menyiapkan SDM dalam pelatihan metode penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kedua, LPPM sangat mempertimbangkan untuk menggandeng LP2M INSTIKA sebagai mitra dalam kegiatan KKN kolaborasi antar perguruan tinggi dan KKN luar negeri. Ketiga, LPPM UIN Sunan Ampel siap untuk menyiapkan tim reviewer penelitian dan pengabdian dalam program hibah penelitian dan pengabdian di lingkungan dosen INSTIKA. Keempat, untuk tindak lanjut kunjungan benchmarking ini, LPPM UIN Sunan Ampel dan LP2M INSTIKA telah menyiapkan dokumen PKS dan MoU sebagai bentuk kerjasam yang saling menguatkan antar institusi.

Di akhir kegiatan benchmarking, kedua lembaga saling bertukar cinderamata dan dilakukan foto bersama.


Penulis: Mohammad Takdir (LP2M)