Medan - INSTIKA - Status keanggotaan Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep di LPTNU (Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama) berkonsekuensi untuk terus berkontribusi dalam perjalanan LPTNU. Sisi lain juga memberi manfaat yang tidak kecil, yaitu untuk pengembangan INSTIKA. Sehingga, kehadiran Rektor, Wakil Rektor II, dan Wakil Rektor III INSTIKA pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Konferensi LPTNU di Medan, Sumatera Utara, juga memberi manfaat yang nyata.
Di antara manfaat itu adalah cara pandang baru tentang reorientasi Mata Kuliah “Kewirausahaan”. INSTIKA memerogram Mata Kuliah “Kewirausahaan” pada semester akhir di 9 (sembilan) program studi yang dikelola INSTIKA. Reorientasi ini penting agar relevansi pendidikan di INSTIKA tetap terpelihara dalam konteks perubahan zaman yang deras.
Rakernas LPTNU diselenggarakan selama tiga hari, yaitu sejak Rabu sampai dengan Jum’at (8-10 Maret 2023). Rakernas yang dipadu dengan Konferensi ini dipusatkan di Hotel Santika Premiere Dyandra, Medan, Sumatera Utara. INSTIKA diwakili oleh Rektor (Drs. K.H. Ah. Syamli, M.Pd.I.), Wakil Rektor II (Dr. K.H. Mohammad Hosnan, M. Pd.), Wakil Rektor III (K. M. Mushthafa, MA.), dan Wakil Dekan Tarbiyah (Dr. Ach. Khatib, M. Pd.I.).
Sejumlah tokoh hadir dan menjadi pembicara kunci dalam Rakernas dan Konferensi ini, termasuk Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP., M.T., Dirjen Pendis Kemenag RI. dalam pidatonya, Prof. Ali menekankan agar di semua PT di bawah LPTNU melakukan reorientasi atas Mata Kuliah “Kewirausahaan”. Orientasi ulang tersebut lalu dikonkritkan dengan merevisi silabus mata kuliah. Lebih detail, Prof Ali meminta agar anggota LPTNU selalu mengacu pada publikasi reguler dari Word Economic Forum tentang prediksi profesi di masa depan.
“Perguruan tinggi-perguruan tinggi di bawah LPTNU saya minta untuk menjadikan publikasi Word Economic Forum sebagai acuan dalam membuat kebijkan kampus. Juga untuk melakukan reorientasi Mata Kuliah “Kewirausahaan”. Ubah silabus, Bapak-Ibu. Jangan statis. Dunia sudah banyak berubah, bahkan berubah dengan cepat”, beber guru besar teknologi informasi UIN Bandung ini. Desakan peraih jabatan fungsional guru besar pada usia 34 tahun ini cukup beralasan. Kemajuan teknologi, khususnya teknologi informasi, di era digital ini memang tidak lagi bisa diabaikan oleh dunia akademik di perguruan tinggi.
Ini pula yang menebalkan kehendak Warek III, K. M. Mushthafa, MA., untuk segera memusyawarahkan tentang reorientasi Mata Kuliah “Kewirausahaan” di INSTIKA, bersama Warek I. Warek III menyatakan “Sudah banyak riset-riset yang menyebutkan bahwa perubahan dunia saat ini sungguh pesat. Riset Agus Sudibyo, Renald Kasali, Tom Nichols, dan seterusnya, memberi gambaran perubahan dunia ini,” ungkapnya.
Rakernas dan Konferensi LPTNU ini dibuka langsung oleh Ketua Umum PBNU, Dr (H.C.) KH. Yahya Cholil Staquf. Dihadiri juga, secara virtual, oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin. Sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju dan Badan Pembina Ideologi Pancasila hadir dan menjadi pembicara kunci, yaitu: Mensesneg (Prof. Dr. Praktikno, M. Soc., Sc), Mendikbud (Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A.), dan Kepala BPIP (Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D).
Pejabat teras di Kemendikbud dan Kemenag hadir dan menjadi pembicara juga dalam Rakernas ini. Hadir juga Dharma Simorangkir, Presiden Direktur Microsoft Indonesia. Demikian juga hadir Nila Maita Wiranggani, Perwakilan dari Bank Mandiri. Rakernas ini ditutup pada Jum’at, 10 Maret 2023. Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep merupakan anggota aktif LPTNU (Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama).
Penulis: Dr. Ach. Khatib, M. Pd.I | Editor: Masykur Arif, M. Hum