Seminar Nasional FCB 2023, Teguhkan Pengetahuan Mahasiswa Santri Menuju Indonesia Emas

Guluk-Guluk - INSTIKA - Panitia Festival Cinta Buku (FCB) 2023 Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep menggelar Seminar Nasional dengan tajuk "Meneguhkan Identitas Mahasiswa Santri Menuju Indonesia Emas 2045."

Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) INSTIKA sebagai panitia pelaksana FCB menghadirkan narasumber KH. Mohammad Shalahuddin A. Warits (Dewan Masyayikh Pondok Pesantren Annuqayah) dan Dr. H. Fahruddin Faiz, M.Ag. (Pakar Filsafat dan Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta). Seminar itu dimoderatori oleh Dr. Ach. Khatib, M.Pd.I.

Pada kesempatan ini hadir K. M. Faizi dan Wakil Rektor III K. M. Mushthafa, MA., dan beberapa dosen INSTIKA.

Wakil Rektor III dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan itu merupakan serangkaian acara FCB. "Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Fahruddin Faiz yang telah bersedia hadir ke INSTIKA," katanya.

Menurut Kiai Mushthafa mahasiswa INSTIKA sudah banyak yang mengenal Dr. Fahruddin Faiz melalui saluran YouTube. Oleh karena itu, acara itu sangat ditunggu-tunggu oleh mahasiswa dan diharapkan mahasiswa dapat menimba ilmu dan hikmah kepadanya.

Sebagai narasumber pertama, Dr. Fahruddin Faiz menyampaikan bahwa tantangan manusia pada saat ini adalah mempertahankan kemanusiaannya melawan mesin-mesin ciptaannya sendiri.

Sehubungan dengan itu, Dr. Fahruddin Faiz mengajak mahasiswa untuk memperhatikan niatnya sebagai mahasiswa, yaitu bukan hanya untuk mendapatkan ijazah, atau hanya menjadi ilmuwan, melainkan menjadi intelektual yang dapat memberikan manfaat bagi sesama.

Selanjutnya, mengajak mahasiswa memfungsikan seluruh alat untuk mengetahui yang dimilikinya, yaitu 1 pancaindera, 2 akal, 3 naluri, 4 nurani, 5 intuisi, 6 imajinasi.

Di samping itu, lanjut pakar filsafat dari UIN Sunan Kalijaga itu, sebagai guru dan murid juga perlu menjaga 6 hal, yaitu (1) menyempurnakan keahliannya (harus profesional), (2) punya karakter penyayang, (3) menjaga kehormatan diri (muru'ah), (4) membuat karya yang bermanfaat bagi orang lain, (5) punya metode belajar dan mengajar yang baik, (6) mempunyai kecerdasan.

"Jika kalian sungguh-sungguh menjalankan niat, alat, dan karakter pembelajar itu, insyaallah kalian akan siap menghadapi Indonesia Emas 2045," terang Dr. Fahruddin Faiz.

Sementara itu, Kiai Mohammad Shalahuddin menyatakan bahwa forum ilmiah semacam itu sangat penting karena menantang mahasiswa untuk berpikir secara ilmiah. "Forum ilmiah yang akan membentuk masa depan Indonesia," katanya.

Menurut Kiai Mohammad Shalahuddin, penting juga bagi mahasiswa untuk rajin membaca, sebab dengan membaca wawasan pengetahuannya akan semakin bertambah. "Ilmu naqli dan ilmu aqli itu perlu dimiliki," terangnya.

Kiai Mohammad Shalahuddin juga mengingatkan tentang sejarah peran para ulama dan santri dalam menumbuhkan nasionalisme dan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. "Kita punya kebanggaan, tetapi jangan membanggakan diri," demikian kata Kiai Mohammad Shalahuddin.

Penulis: Masykur Arif (LP2D)