HUT ke-81 RI, Rektor UA Harap Mahasiswa Baru 2026 Perjuangkan Kemerdekaan Substantif Penuh Makna

Sumenep, UA Media — Rektor Universitas Annuqayah, Sumenep, Madura, Dr.KH. Mohammad Hosnan, M.Pd., mengajak seluruh mahasiswa baru 2026 untuk mengisi kemerdekaan bangsa Indonesia dengan perjuangan penuh makna dan substantif ditengah perubahan zaman dan era disrupsi.

Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 seklaigus Pembukaan PKKMB bersama mahasiswa baru putri di halaman Rektorat, Senin, 17 Agustus 2026.

“Hari ini kita bertugas mempertahankan kemerdekaan. Kemerdekaan formal sudah berhasil diraih melalui perjuangan para pahlawan, akan tetapi kemerdekaan substantif masih harus terus kita perjuangkan di tengah perubahan zaman dan era disrupsi hari ini,” katanya.

Rektor UA mengajak mahasiswa agar mengisi kemerdekaan dengan penuh bermakna di tengah perubahan zaman, dimana mayoritas masyarakat mulai kehilangan arah. Karenanya, mahasiswa harus dibekali dengan pondasi yang kuat dan ditempa dengan sebaik-baiknya di perguruan tinggi.

“Jika kita melihat kepada lingkungan sekitar dan masyarakat, masih terdapat berbagai ketimpangan sosial, ketidakadilan, kemiskinan ekskrem, masih banyak anak anak yang belum memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang layak, kehidupan yang sejahtera dan lain sebagainya sehingga hal ini membutuhkan peran mahasiswa untuk memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Husnan menceritakan bagaimana Pesantren Annuqayah yang didirikan sejak 1887 oleh Kiai Syarqawi tidak hanya menjadi pusat peradaban Islam di Madura. Tetapi juga menyalakan cinta tanah air dari generasi ke generasi.

“Membebaskan dari belenggu penjajahan adalah kewajiban agama. Islam dan nasionalisme adalah dua mata sisi kemanusiaan. Karenanya, marilah kita perbaharui sumpah kita kepada para pahlawan yang telah mendahului sebagaimana kata pepatah hiduplah mulia atau matilah dengan syahid,” tegasnya.

Universitas Annuqayah sebagai kampus yang dilahirkan dari pesantren, Kiai Husnan tegaskan perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mempersiapkan generasi yang mampu mengisi kemerdekaan. Maka dari itu, mahasiswa baru Universitas Annuqayah 2026 diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak mudah terjebak pada arus informasi tanpa sikap kritis, diperlukan kemampuan literasi digital, berpikir terbuka, serta tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan tradisi ma’ruf yang dikembangkan di Pesantren Annuqayah.

"Mahasiswa harus menguasai teknologi. Jangan dikuasai oleh teknologi. Pertahankan kedalaman rohani, sehingga tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga tangguh secara moral. Kampus ini adalah kampus tatakrama berwawasan lingkungan. Tatakrama diatas ilmu. Karenanya, bangsa ini masih membutuhkan perjuangan seorang mahasiswa yang mengakar pena di ruang akademik," pungkasnya.  

Abdul Warits (Humas)