Sumenep, UA Media—Memperingati Hari Guru Sedunia, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) bersama Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP-PAI), Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep menggelar kegiatan bertajuk “Belajar Satu Hari Menjadi Guru Profesional bersama Fathimah International Elementary School.” Rabu, 7 Oktober 2026. .
Ketua Program Studi PAI Universitas Annuqayah, Muhammad Nihwan, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada penguatan pemahaman teoritis mahasiswa, tetapi juga mempersiapkan mereka menjadi calon guru profesional yang unggul dalam praktik pembelajaran.
Menurutnya, calon guru perlu memahami bagaimana mengelola pembelajaran secara efektif agar mampu menghasilkan peserta didik yang berkualitas. Oleh karena itu, mahasiswa diajak belajar langsung di Fathimah International Elementary School untuk memahami pengelolaan SDM guru, praktik pembelajaran yang berkualitas, serta strategi membangun prestasi akademik dan nonakademik.
“Ada tiga aspek besar yang menjadi orientasi kegiatan ini, yaitu pengelolaan SDM guru yang unggul, praktik pembelajaran yang berkualitas, serta pencapaian prestasi peserta didik. Kami berharap kegiatan ini memberikan dampak nyata bagi mahasiswa PAI sehingga pengalaman yang diperoleh dapat dipraktikkan dalam kehidupan profesional mereka nantinya,” ungkapnya.
Pengelolaan SDM Guru Menjadi Fondasi Pendidikan Berkualitas
Kepala Sekolah Fathimah International Elementary School, Miss Rate Seftinindias Dwi Kumala, M.Pd., memaparkan pentingnya sistem manajemen yang jelas dalam mengelola tenaga pendidik. Menurutnya, kualitas pendidikan tidak dapat dilepaskan dari tata kelola SDM guru yang terstruktur, profesional, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran.
Pengelolaan tersebut diwujudkan melalui pembagian tugas dan tanggung jawab yang terorganisasi, mulai dari wakil kepala sekolah bidang SDM, kurikulum, kesiswaan, hubungan masyarakat (humas), hingga bidang-bidang lainnya.
Selain itu, sekolah menerapkan proses seleksi tenaga pendidik secara ketat serta evaluasi kinerja guru setiap hari setelah kegiatan belajar mengajar (KBM) selesai. Evaluasi ini menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pembelajaran sekaligus mendorong guru untuk terus meningkatkan kompetensinya.
“Profesionalisme guru tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengajar di kelas, tetapi juga oleh kedisiplinan, tanggung jawab, kolaborasi, dan komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan,” katanya.
Perencanaan dan Evaluasi sebagai Kunci Keberhasilan Pembelajaran
Mr. Zubaidi, salah satu pemateri menekankan pentingnya perencanaan kegiatan belajar mengajar secara terstruktur. Perencanaan tersebut perlu disertai penyusunan worksheet atau lembar kerja yang jelas, baik untuk pendidik maupun peserta didik, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan secara terarah.
Ia juga menjelaskan bahwa pengembangan kualitas SDM guru perlu dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui kerja sama dengan pihak luar negeri. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyelenggarakan pertemuan daring melalui Zoom dengan tenaga pendidik asal Amerika Serikat untuk memperluas wawasan dan pengalaman profesional para guru.
“Proses penilaian menjadi aspek penting dalam menentukan keberhasilan pembelajaran. Guru tidak hanya berperan sebagai subjek yang menyampaikan materi, tetapi juga menjadi objek evaluasi untuk mengetahui efektivitas metode dan strategi pembelajaran yang diterapkan. Dengan demikian, evaluasi terhadap kinerja guru diperlukan sebagai bagian dari proses perbaikan pembelajaran secara berkelanjutan,” katanya.
Pembelajaran Berpusat pada Keaktifan Peserta Didik
Mr. Isma'il, salah satu pemateri mengulas metode dan strategi pembelajaran dengan pendekatan student active learning, yakni pembelajaran yang menempatkan peserta didik sebagai pihak yang aktif terlibat dalam proses belajar.
Dalam pendekatan ini, guru dituntut mampu memilih metode yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, terutama pada jenjang sekolah dasar. Proses pembelajaran juga memerlukan kolaborasi dengan wali murid, mulai dari keberangkatan siswa ke sekolah hingga mereka kembali ke rumah, sehingga pendampingan dan perkembangan peserta didik dapat diperhatikan secara lebih menyeluruh.
Ia turut menjelaskan pentingnya evaluasi hasil pembelajaran melalui penilaian diagnostik, formatif, dan sumatif. Ketiga bentuk penilaian tersebut membantu guru memahami kebutuhan belajar peserta didik, memantau perkembangan selama pembelajaran, serta mengukur pencapaian hasil belajar pada akhir periode tertentu.
“Paparan ini memberikan pemahaman kepada mahasiswa bahwa keberhasilan pembelajaran tidak hanya bergantung pada penyampaian materi, tetapi juga pada kemampuan guru memahami karakteristik siswa, membangun komunikasi dengan orang tua, dan melakukan evaluasi secara tepat,” tambahnya.
Guru sebagai Fasilitator dan Motivator Prestasi Siswa
Materi ketiga disampaikan oleh Miss Winda Sri Utami yang menyoroti pentingnya perkembangan kepribadian sebagai salah satu indikator keberhasilan pembelajaran. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur melalui nilai akademik atau jumlah prestasi yang diraih, tetapi juga melalui perkembangan karakter dan kepribadian peserta didik.
Fathimah International Elementary School mencatat capaian sebanyak 83 prestasi hingga akhir 2025, dengan 11 di antaranya berada pada tingkat nasional. Capaian tersebut menjadi gambaran upaya sekolah dalam mengembangkan potensi peserta didik, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Ia menekankan bahwa guru tidak cukup hanya dituntut menghasilkan siswa berprestasi. Lebih dari itu, guru perlu hadir sebagai fasilitator yang mampu menyediakan media, pendekatan, dan pendampingan sesuai kebutuhan siswa, sekaligus menjadi motivator yang mendorong mereka untuk terus berkembang.
“Dengan peran tersebut, guru diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung potensi setiap peserta didik, baik dalam pencapaian akademik maupun pembentukan karakter,” katanya.
Ketua Program Studi PAI Universitas Annuqayah berharap, kegiatan ini tidak berhenti sebagai pengalaman belajar selama satu hari, tetapi menjadi bekal yang dapat diterapkan mahasiswa ketika terjun langsung ke masyarakat dan dunia pendidikan.
“Peringatan Hari Guru Sedunia tidak hanya menjadi momentum apresiasi terhadap profesi guru, tetapi juga kesempatan untuk meneguhkan komitmen dalam mempersiapkan calon pendidik yang unggul, berkarakter, dan mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi generasi masa depan,” pungkasnya.