Sumenep, UA Media – Rektor Universitas Annuqayah, Dr. K.H. Mohammad Hosnan, M.Pd., menekankan pentingnya kekompakan, konsolidasi, dan inovasi seluruh civitas akademika dalam menjalankan agenda strategis universitas.
Arahan tersebut disampaikan dalam apel pagi di lingkungan Universitas Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Sabtu (10/10/2026).
Dalam arahannya, Rektor mengajak seluruh civitas akademika untuk meningkatkan kekhusyukan dalam berdoa kepada Allah SWT, khususnya di tengah musim kemarau yang menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah.
“Mari berdoa bersama sebagai salah satu ikhtiar batin agar kondisi segera membaik dan kebutuhan air di kampus Universitas Annuqayah tetapi kembali terpenuhi dan segera teratasi sehingga aktivitas kampus berjalan normal,” katanya.
Matangkan Persiapan Wisuda Perdana
Salah satu perhatian utama dalam apel pagi tersebut adalah persiapan Wisuda Perdana Universitas Annuqayah yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober 2026.
Rektor meminta seluruh panitia dan unit terkait memperkuat sinergi serta mempererat tali silaturahmi dalam pengabdian. Dengan waktu persiapan yang semakin terbatas, setiap bagian diharapkan mampu bekerja secara optimal, saling mendukung, dan menyelesaikan tanggung jawab sesuai target.
“Beberapa hal yang menjadi perhatian khusus meliputi penyelesaian validasi data peserta wisuda, pengadaan dan distribusi undangan, serta kesiapan seluruh perlengkapan kegiatan. Selain itu, penataan dan dekorasi aula diminta dipersiapkan secara maksimal agar mampu menghadirkan suasana wisuda yang elegan, meriah, dan berkesan bagi para lulusan beserta keluarga,” ungkapnya.
Rektor menegaskan bahwa kesuksesan wisuda perdana bukan hanya menjadi tanggung jawab panitia, melainkan merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur universitas.
Siapkan Peringatan Hari Santri dan Produksi Podcast
Dalam kesempatan tersebut, Rektor turut menyinggung persiapan peringatan Hari Santri Nasional yang akan diisi dengan kegiatan Silaturasa dan sejumlah agenda pendukung lainnya di lingkungan pesantren. Sementara itu, rancangan kegiatan khusus dari pihak universitas akan dikoordinasikan lebih lanjut.
Selain agenda peringatan Hari Santri, Universitas Annuqayah juga mendapatkan penugasan dari PW LPTNU untuk memproduksi konten podcast bertema “Biaya Gratis Perkuliahan Bagi PTN: Bagaimana Respons PTS dalam Rangka Hari Santri Nasional.”
Tema tersebut diharapkan menjadi ruang diskusi untuk membahas dinamika kebijakan pendidikan tinggi, khususnya mengenai akses pembiayaan pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN) serta respons perguruan tinggi swasta (PTS) dalam menghadapi tantangan tersebut.
RKT dan Apresiasi Kegiatan Fakultas
Pada aspek kelembagaan, Rektor menyampaikan bahwa Surat Keputusan (SK) Panitia Rencana Kerja Tahunan (RKT) telah diterbitkan. Oleh karena itu, setiap unit diminta segera melakukan persiapan secara matang. Pelaksanaan RKT tahun ini direncanakan berlangsung di luar kampus.
Rektor juga memberikan apresiasi terhadap berbagai kegiatan positif yang telah dilaksanakan selama sepekan terakhir, di antaranya kegiatan konsorsium pendidikan dan pelatihan paralegal oleh Fakultas Hukum serta sejumlah agenda akademik yang diselenggarakan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.
Apresiasi tersebut menjadi dorongan agar setiap fakultas terus menghadirkan program yang produktif, inovatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Gagas Madrasah Diniyah bagi Warga Binaan Lapas Sumenep
Salah satu gagasan strategis yang turut disampaikan dalam apel pagi adalah rencana pendirian Madrasah Diniyah atau Madrasah Lapas bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sumenep.
Gagasan yang diinisiasi Wakil Rektor II tersebut diarahkan untuk melibatkan kolaborasi lintas fakultas, yakni Fakultas Hukum, Fakultas Ushuluddin, serta Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.
Kolaborasi ini diharapkan dapat mengintegrasikan pendekatan hukum, keagamaan, dan pendidikan dalam memberikan pembinaan kepada warga binaan. Program tersebut juga berpotensi menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.
Perkuat Budaya Kerja Adaptif dan Progresif
Menutup arahannya, Rektor menegaskan bahwa inovasi, konsolidasi, kekompakan, dan sikap saling mendukung harus menjadi budaya kerja seluruh civitas akademika Universitas Annuqayah.
“Kecepatan dalam merespons kebutuhan dan menyelesaikan pekerjaan juga menjadi perhatian penting, terutama dalam menghadapi berbagai agenda besar universitas yang membutuhkan koordinasi lintas unit,” tambahnya.
Melalui penguatan budaya kerja tersebut, Universitas Annuqayah diharapkan terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang adaptif, progresif, dan mampu meningkatkan daya saing di tengah dinamika pendidikan tinggi.
“Kemajuan institusi membutuhkan komitmen bersama, kerja nyata, dan kesediaan seluruh unsur universitas untuk terus berkolaborasi dalam mewujudkan visi dan misi Universitas Annuqayah,” pungkasnya.